m.g.m.p kimia kab. kendal

Ikon

Chemistry, Key to the Earth

Kadar Arsenik di Susu Beras

Kategori Kimia Pangan
Ancaman Arsenik Di Balik Susu Beras
Ahli Bahasa: Tomi Rustamiaji, S.Si
Institut Teknologi Bandung

Para peneliti telah menemukan bahwa level arsenik dalam air beras
telah melewati ambang batas dari standar air minum Uni-Eropa dan
Amerika. Andrew Meharg dan rekan sejawat dari University of
Aberdeen, Inggris, telah menemukan bahwa orang-orang yang meminum
susu beras terancam oleh konsentrasi tinggi dari arsenik (terutama
dalam bentuk anorganik). Telah diketahui bahwa beras dapat
mengandung kadar tinggi dari arsenik anorganik, sebuah senyawa
karsinogenik untuk manusia. Namun kekhawatiran tentang kadar arsenik
anorganik dalam susu beras tidak setinggi seperti sekarang. Susu
beras adalah susu pengganti untuk para vegetarian dan penderita
alergi laktosa.

Tim Meharg menganalisa sampel dari susu beras untuk mengamati
transfer arsenik anorganik ketika beras dirubah menjadi susu beras.
Mereka menguji susu beras komersial dan susu beras buatan sendiri
dari bijih beras putih dan coklat. Selain itu pengamatan kadar
arsenik dalam susu kedelai dan susu gandum pun diamati.

Peraturan Uni-Eropa mengatur nilai ambang batas dari jumlah arsenik
yang diijinkan terkandung dalam air minum, dan Amerika secara
spesifik membatasi batas kadar senyawa-senyawa arsenik anorganik.
Kedua peraturan ini tidak mengatur kadar arsenik dalam makanan, dan
belum ada kejelasan tentang kategori pengkelasan susu berada dimana.

Meharg menemukan bahwa semua sampel susu beras komersial melebihi
batas peraturan Uni-Eropa untuk air dan 12 dari 15 sampel melebihi
standar Amerika dengan total median kadar arsenik berada pada
tingkat tujuh kali lipat lebih banyak dibandingkan sampel susu
kedelai dan susu gandum.

David Polya dari University of Manchester, Inggris, adalah seorang
ahli di bidang resiko senyawa kimia lingkungan terhadap manusia. Dia
berujar bahwa penelitian ini menyorot �esebuah keinkonsistenan pada
penerapan peraturan dari senyawa karsinogenik, seperti arsenik,
antara minuman dan makanan. Golongan yang umumnya memiliki resiko,
seperti vegetarian, tidak diidentifikasi sebagai perkiraan eksposur
rata-rata�h tambahnya.

Meharg mengatakan bahwa kelompok penelitiannya akhir-akhir ini telah
menerima pendanaan untuk menghasilkan tanaman beras yang lebih
sedikit mengandung arsenik. Ia juga bermaksud untuk
mengkarakterisasika n ketersediaan biologis dari arsenik dari beras
terhadap manusia untuk membuktikan bahwa rute eksposur ini
mengkhawatirkan.

Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: