m.g.m.p kimia kab. kendal

Ikon

Chemistry, Key to the Earth

Komputasi Kimia

MASIH ingat materi pelajaran kimia waktu SMA dulu? Berani bertaruh, hanya sedikit materi yang masih tersisa di memori kawan Kampus terutama yang kuliah di luar eksakta. Kimia memang bukan mata pelajaran populer, selain materinya yang membutuhkan pemahaman mendalam, sistem pengajarannya pun acap dituding membosankan.

Sistem dan model pendidikan pelajaran kimia SMA di Indonesia memang belum optimal sehingga cenderung mengulang kurikulum yang ada sebelumnya. Terobosan baru dalam pengajarannya pun terbilang langka. Hal itu menjadi tantangan terutama bagi kawan Kampus yang mengambil kuliah di bidang studi pendidikan dan berencana menjadi pengajar kimia.

Komputasi kimia

Pada Pimnas ke-19 bulan Juli 2006 lalu di Malang, Jawa Tengah, tantangan itu cukup terjawab dengan hadirnya software yang membantu proses pedagogis (pengajaran) di kelas. Adalah Indra Lesmana, Rifki Rachmansyah, dan Cucu Suhendar –keempatnya fresh graduate FMIPA UPI– yang mencoba menjawab tantangan itu. Mereka menciptakan sebuah peranti lunak yang mereka namakan komputasi kimia.

Tampilan peranti interaktif ini cukup menarik dan mudah dioperasikan. Praktis, cukup plug and play, lalu program akan berjalan sendirinya. Untuk mengatasi keterbatasan spesifikasi komputer, Rian dkk. merancang program dapat berjalan seringan mungkin.

“Hanya 20 Mb, dan bisa dijalankan di komputer dengan spesifikasi minim sekalipun yaitu pentium II dengan memori 64 Mb,” kata Rian, yang menggunakan Borland Delphi 5.0 dalam merancang program yang ada.

Untuk mengetahui cara penggunaan fitur-fitur yang ada, sang guru atau murid tinggal klik tombol help, maka sederet petunjuk program siap untuk diikuti. Peranti lunak ini sendiri terdiri atas lima program utama.

Program pertama, bertajuk Media Pembelajaran Kimia Organik interaktif. Semacam e-book materi kimia organik yang dilengkapi tampilan grafis serta asisten virtual yang siap ditanya.

Ada yang menarik dalam program ini, fitur disajikan dalam bahasa populer siswa. Contohnya ketika siswa tidak mengerti satu istilah yang ada, asisten virtual yang digambarkan sebagai professor botak akan bertanya, “Kaga ngerti, lo? Coba tanyain gue, istilah apa seh yang lo ga ngerti”. Komunikatif dan praktis walaupun tidak mengindahkan kaidah berbahasa yang benar.

Program kedua, berfungsi sebagai kamus kimia yang sudah memuat 650 istilah kimia yang bisa ditambah. “Di sini kita memang sengaja merancang supaya siswa bisa aktif memodifikasi software, yaitu mereka bisa memasukkan sendiri setiap ada istilah yang baru,” ujar Rian.

Di program ketiga berjudul Lab Kimia, siswa maupun guru yang belum tahu bentuk fisik peralatan kimia beserta fungsi, bisa melihat foto dan video peralatan standar di sebuah laboratorium kimia. Di program keempat, berjudul Komputes, guru dapat mengevaluasi kemampuan siswa dalam memahami materi dengan sajian sola pilihan berganda senyak 60 soal.

Lagi-lagi pengguna dapat berperan aktif memodifikasi peranti lunak ini, karena soal dapat diganti sesuka hati dengan terlebih dahulu meng-up-load data. Program yang terakhir bertajuk Kalkulator Kimia. Untuk menjalakan setiap perhitungan kimia, pengguna diajak untuk mengisi data yang dibutuhkan secara bertahap dengan benar sehingga Rian menjanjikan tidak ada hasil yang salah.

Perancangan program yang kemudian menjadi satu dari lima belas finalis terbaik Pimnas ke-19 ini berjalan selama 6 bulan, dari Januari-Juni 2006. Walaupun begitu, hingga sekarang pengembangan program terus dilakukan Rian bersama rekan satu timnya, Indra Lesmana.

Mereka mengharapkan dengan adanya peranti lunak yang memudahkan, proses pedagogis pelajaran kimia SMA dapat berkembang lebih optimal. Selain siswa mapu memahami materi lebih dalam, siswa diharapkan memiliki skill produktif di masa depan yang kini mengarah pada era yang berbasis informasi, digital, dan global.

Sumber : Pikiran Rakyat (15 Maret 2007)

Filed under: Uncategorized

One Response

  1. MIYA mengatakan:

    afwn,,, ko g bsa didownload ya software SPU’y…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: